Sabtu, 02 November 2013

tulisan 1


Pengusaha di KBN Cakung Ancam Hengkang bila Buruh Mogok Lagi

  • Penulis :
  • Dian Fath Risalah El Anshari
  • Jumat, 1 November 2013 | 21:52 WIB
Sekitar 50.000 buruh melakukan aksi sweeping di Kawasan Berikat Nusantara Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (31/10/2013). Aksi sweeping itu mengakibatkan lumpuhnya produksi pada 100 perusahaan di KBN Cakung Cilincing. | KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARI
JAKARTA, KOMPAS.com — Manajemen seluruh perusahaan yang diwakili oleh HRD Club Kawasan Berikat Nusantara Cakung di Cilincing, Jakarta Utara, resah oleh aksi mogok kerja dan sweeping para buruh. Mereka mengancam akan hengkang dari KBN jika aksi serupa dilakukan kembali.
Ketua HRD Club KBN Bambang Heriyanto mengatakan, saat ini ada 71 perusahaan yang beroperasi di lingkungan KBN Cakung. Mayoritas perusahaan tersebut bergerak di bidang garmen. Sebelumnya, sekitar 20 perusahaan sudah tutup. Selain karena alasan beban operasional tinggi, perusahaan itu juga tutup karena tidak ada jaminan keamanan.
"Kita meminta jaminan keamanan dari pengelola KBN karena (Kamis) kemarin hampir seluruh perusahaan berhenti operasi dan sebagian besar sekarang juga masih belum operasi," ujar Bambang kepada Kompas.com, Jumat (1/11/2013).
Menurut Bambang, rata-rata perusahaan di KBN memproduksi 8.000-12.000 potong produk garmen per hari. Namun, akibat aksi mogok kerja selama dua hari terakhir, hampir seluruh perusahaan tersebut sama sekali tidak beroperasi.
"Kalau diestimasikan setiap piece itu seharga 2 dollar AS, bisa dihitungkan berapa kerugiannya. Walau tidak semua berhenti operasi, para karyawan yang masih bekerja pun tidak konsentrasi sehingga kinerjanya menurun," ujarnya.
Saat ini, manajer HRD dari setiap perusahaan itu meminta pengamanan kepada pengelola KBN untuk bisa menjaga stabilitas dan jaminan kenyamanan bagi investor. Mereka khawatir aksi kejadian mogok massal yang dilakukan serikat pekerja berakibat hilangnya kepercayaan pembeli akibat keterlambatan pengerjaan. Bambang mengatakan, bila pengelola KBN tidak dapat menjamin keamanan, mereka akan beramai-ramai pindah dari KBN.
Kepala Bagian Humas KBN Cakung Hartono mengatakan sudah menerima aspirasi para investor. Ia mengatakan, KBN akan membentuk pos terpadu untuk mengantisipasi kejadian seperti kemarin. Kenyamanan difokuskan untuk para pengusaha di KBN. Menurut Hartono, pengelola KBN dan HRD Club akan membahas lebih rinci tentang teknis jaminan kenyamanan dan keamanan usaha.
Buruh menggelar aksi mogok kerja nasional selama dua hari sejak Kamis kemarin. Mereka menuntut pemerintah menaikkan upah minimum sebesar 50 persen. Khusus di Jakarta, buruh menuntut kenaikan upah minimum menjadi Rp 3,7 juta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini telah menandatangani surat keputusan yang menetapkan upah minimum provinsi DKI Jakarta pada 2014 sebesar Rp 2.441.000.
Editor : Laksono Hari Wiwoho
Analisis :
Menurut saya apabila buruh meminta upah dinaikkan sebesar 3.7 hal ini bisa menimbulkan cost pada gaji menambah maka apabila tetap di lakukan maka beberapa perusahaan akan memecat pegawai nya untuk mengurangi biaya gaji.Lalu apabila gaji di jakarta di naikkan dapat membuat pengusaha untuk memindah tempat produksinya ke daerah yang upah nya masih terlalu kecil dan hal itu berdampak makin sedikitnya lapangan perkerjaan di jakarta .
Sumber : Kompas.com

Tugas bahasaindonesia(tugas 1)

Nama                    :Gatot Sugara
Kelas                     :3eb19
Npm                      :23211016
Fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi

1.   Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar ”!
2.    Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !
Jawab
Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi.Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
1.    Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2.    Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3.    Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
4.    Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5.    Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.
Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut.
1.    Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.    Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3.    Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.    Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5.    Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.
Dari semua ciri bahasa baku tersebut, sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif, ejaan resmi, dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari ragam akrab hingga ragam beku. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam konsultatif, santai, dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi.
Jika saya perhatikan, semakin tidak benar bahasa saya sewaktu menulis atau berbicara, berarti semakin akrab hubungan saya dengan lawan bicara saya.Maaf, Mas Amal, saya belum bisa memenuhi imbauan untuk menggunakan bahasa yang benar di seluruh kicauan saya.Tapi saya usahakan untuk menggunakan bahasa yang baik.


Contoh menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.
Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.
Misalkan dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku Contoh :
·         Sudahkah kamu makan hari ini ?
·         Sedang apa kamu sekarang ?
·         Berikut contoh dialok antara ibu dan anak dengan bahasa yang baku :
·         Anak           : Ibu apakahdirimu sudah memasakan aku makanan?
·         Ibu               : Sudah nak,silahkan makan dahulu sana.
·         Anak           :Baiklah ibu,aku akan segera makan.
·        
Kata yang digunakan sesuai lingkungan sosial
Contoh lain dari pada Undang-undang dasar antara lain :
Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut menunjukkan  bahasa yang sangat baku, dan merupakan pemakaian bahasa secara baik dan benar.
Contoh lain dalam pergaulan di wilayah kampus, misalnya, pemakaian ragam baku akan menimbulkan kegelian, keheranan, atau kecurigaan. Akan sangat ganjil bila dalam  pergaulan kampus kita memakai bahasa baku seperti ini.
(1) Sudahkah dirimu mengerjakan tugas kuliah?
(2)   Apakah yang bisa saya bantu untukmu?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang baku dan benar, tetapi tidak baik dan tidak efektif karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat (3) dan (4) berikut akan lebih tepat.
(3)   Berapa nih, Bu, tauge nya?
(4)   Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?

Paragraph dibawah ini cuplikan gaya bahasa yang dipakai sesuai dengan EYD dan menggunakan bahasa baku atau bahasa ilmiah bukan kata popular dan bersifa objektif, dengan penyusunan kalimat yang cermat.
Dalam paradigma profesionalisme sekarang ini, ada tidaknya nilai informative dalam jaring komunikasi ternyata berbanding lurus dengan cakap tidaknya kita menulis. Pasalnya, selain harus bisa menerima, kita juga harus mampu memberi. Inilah efek jurnalisme yang kini sudah menyesaki hidup kita. Oleh karena itu, kita pun dituntut dalam hal tulis-menulis demi penyebaran informasi. Namun persoalannya, apakah kita peduli terhadap laras tulis bahasa kita. Sementara itu, yakinilah, tabiat dan tutur kata seseorang menunjukkan asal-usulnya, atau dalam penegasan lain, bahasa yang kacau mencerminkan kekacauan pola pikir pemakainya. Buku ini memperkenalkan langkah-langkah pragmatic yang Anda perlukan agar tulisan Anda bisa tampil wajar, segar, dan enak dibaca

Berikanlah Contoh Bahasa Sebagai Alat Komunikasi ?
Fungsi Bahasa sebagai alat komunikasi
-          bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
-          Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
-          Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain. Jadi dalam hal ini respons pendengar atau lawan komunikan yang menjadi perhatian utama kita.
·         Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita.
·         Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain.
·         Dengan komunikasi, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.
·         Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi melalui lisan (bahsa primer) dan tulisan (bahasa sekunder). Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
·         Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
·         Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.
Contohnya :
Misalnya berupa :
-          Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
-          bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
-          adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
-          alarm untuk tanda segera berkumpul
-          bedug untuk tanda segera melakukan sholat
-          telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
-          simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
-          gambar peta yang menunjukkan jalan
-          suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
-          adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
-          bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.
·         contoh dalam kehidupan sehari hari
misalkan seorang satpam perumahan  berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut
Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.
Sumber
http://vhi3y4.wordpress.com/2010/02/27/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/
http://vhi3y4.wordpress.com/contoh-menggunakan-bahasa-indonesia-secara-baik-dan-benar/
http://zulfikar68.blogspot.com/2013/01/penggunaan-bahasa-indonesia-yang-baik.html
1.

Tugas Kedua Bahasa Indonesia




Nama                    : Gatot Sugara
Npm                      :23211016
Kelas                     :3eb19(tugas ke 2)
Penilaian kualitas karya tulis di bagi mejadi 2 aspek,yaitu :



1.Topik yang menarik
2.Mudah dipahami oleh pembaca

Disini kita akan membahas sejauh mana kualitas suatu karya tulis mampu mempengaruhi penilaian dan minat untuk membaca karya tulis tersebut.
Sebelum membuat suatu karya tulis tentu kita harus menentukan topik dan tema karya tulis itu sendiri. Sering terjadi kekeliruan antara perbedaan tema dengan topik. Topik adalah inti dari seluruh isi tulisan yang ingin diisampaikan. Topik merupakan hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik tersebut selanjutnya dikembangkan dengan membuat cakupan yang lebih sempit atau lebih luas.Ciri utama dari topik adalah cakupannya atas suatu permasalahan msih bersifat umum dan belum diuraikan secara lebih mendetail. Topik biasa terdiri dari satu atau dua kata yang singkat. Sedangkan tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Sedangkan dari segi proses penulisan, tema adalah suatu perumusan dari topic yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topic tadi. Persamaan topik dan tema adalah dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum, sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan.

Topik dapat dikatakan berkualitas jika topik tersebut baik untuk penulis dan pembaca. Bagi penulis, topik yang baik yaitu berbasis pada kompetensi penulisnya, Sedangkan bagi pembaca, topik itu baik jika layak dibaca. Artinya, topik tersebut dapat mengembangkan kompetensi pembacanya. Namun jika ditinjau secara umum, syarat topik yang baik yaitu :
Menarik untuk ditulis dan dibaca : Topik yang menarik bagi penulis akan meningkatkan kegairahan dalam mengembangkan penulisannya dan bagi pembaca akan mengundang minat untuk membacanya.
Dikuasai dengan baik oleh penulis : Untuk menghasilkan tulisan yang baik, penulis harus menguasai teori-teori (data sekunder), data di lapangan (data primer). Selain itu, penulis juga harus menguasai waktu, biaya, metode pembahasan, bahasa yang digunakan, dan bidang ilmu.

Bila hal-hal tersebut diatas sudah dilakukan atau dalam artian penulis sudah yakin betul dalam penentuan topik karya tulisnya. Topik tersebut sudah dapat dikatakan berkualitas.
Setelah itu aspek kedua yang menetukan kualitas suatu karya tulis adalah mudah dipahami oleh pembaca.
Ada beberapa faktor yang membuat pembaca terkadang sulit memahami isi sebuah karya tulis, diantaranya adalah :
Bahasa yang digunakan tidak baku, atau informal. Bahasa penulisan adalah bahasa formal. Ini untuk memberikan kenyamanan bagi si pembaca agar dapat memahami isi karya tulis tersebut.
Topik, tema, dan judul haruslah sinkron dengan isi tulisan, agar pembaca dapat memahami apa yang ingin disampaikan oleh si penulis
Pemberian keterangan dalam penulisan nama-nama ilmiah. Ini dimaksudkan agar pembaca tau arti nama ilmiah yang ditulis penulis. misal Oryza Sativa: Padi.

Itulah beberapa faktor yang terkadang membuat pembaca sulit memahami isi dari sebuah karya tulis. Dari semua penjabaran diatas mengenai beberapa aspek penilaian kualitas, secara keseluruhan kualitas dari sebuah karya tulis akan menentukan seberapa mampu mempengaruhi penilaian dan minat untuk membaca karya tulis tersebut.
Semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca.



Referensi: http://yonagandys.blogspot.com/2012/11/perbedaan-antara-topik-judul-tema_14.html

                http://ye2couple.wordpress.com/2012/11/18/perbedaan-tema-topik-dan-judul/

Rabu, 27 Maret 2013

tugas1


SUBYEK DAN OBYEK HUKUM
a).Pengertian Subyek hukum.
            Subyek hukum adalah sesuatu yang memiliki hak dan kewajiban sesuai dengan hukum atau sesuatu yang mendukung yang mendukung hak dan kewajiban sesuai hukum yang ada.
            Menurut teori tradisional, subjek hukum adalah orang yang merupakan subjek dari suatu kewajiban hukum atau suatu hak.
b.Jenis –jenis subyek hukum
Pada dasarnya yang menjadi subyek hukum adalah manusia/orang atau person. Ada dua pengertian orang/person sebagai subyek hukum yaitu :
a.Manusia (naturlife persoon) Menurut hukum, tiap-tiap seorang manusia sudah menjadi subjek hukum secara kodrati atau secara alami.
b.Rechtperson: adalah suatu badan yang terdiri dari kumpulan orang yang diberi status "persoon" oleh hukum sehingga mempunyai hak dan kewajiban. Atau secara lengkap dapat dikatakan Badan Hukum adalah badan yang dianggap dapat bertindak dalam hukum dan yang mempunyai hak-hak, kewajiban dan perhubungan hukum terhadap orang lain atau badan lain. Hal ini di bagi menjadi 2:
1.      Publiek rechts-person, yang sifatnya ada unsur kepentingan umum seperti Negara, Daerah, Desa.
2.      Privaat rechtpersoon/badan hukum privat, yang mempunyai sifat/adanya unsur.

OBJEK HUKUM

b).Pengertian obyek hukum
segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan yang menjadi objek hukum adalah hak, karena dapat di kuasai oleh subjek hukum.
Obyek hukum menurut pasal 499 KUH Perdata, yakni benda. Benda adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi obyek hak milik.

 a.Jenis Obyek Hukum

Berdasarkan pasal 503-504 KUH Perdata disebutkan bahwa benda dapat dibagi menjadi 2, yakni benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen), dan benda yang bersifat tidak kebendaan (Immateriekegoderan).

a.Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen)
            Benda yang bersifat kebendaan (Materiekegoderen) adalah suatu benda yang sifatnya dapat dilihat, diraba, dirasakan dengan panca indera, terdiri dari benda berubah / berwujud, meliputi :

1.Benda bergerak / tidak tetap, berupa benda yang dapat dihabiskan dan benda yang tidak dapat dihabiskan.
Dibedakan menjadi sebagai berikut :

1). Benda bergerak karena sifatnya, menurut pasal 509 KUH Perdata adalah benda yang dapat dipindahkan, misalnya meja, kursi, dan yang dapat berpindah sendiri contohnya ternak.
2)Benda bergerak karena ketentuan undang-undang, menurut pasal 511 KUH Perdata adalah hak-hak atas benda bergerak, misalnya hak memungut hasil (Uruchtgebruik) atas benda-benda bergerak, hak pakai (Gebruik) atas benda bergerak, dan saham-saham perseroan terbatas.
2.Benda tidak bergerak
Benda tidak bergerak dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

1).Benda tidak bergerak karena sifatnya, yakni tanah dan segala sesuatu yang melekat diatasnya, misalnya pohon, tumbuh-tumbuhan, area, dan patung.
Benda tidak bergerak karena tujuannya yakni mesin alat-alat yang dipakai dalam pabrik. Mesin senebar benda bergerak, tetapi yang oleh pemakainya dihubungkan atau dikaitkan pada bergerak yang merupakan benda pokok.
2).Benda tidak bergerak karena ketentuan undang-undang, ini berwujud hak-hak atas benda-benda yang tidak bergerak misalnya hak memungut hasil atas benda yang tidak dapat bergerak, hak pakai atas benda tidak bergerak dan hipotik.
Dengan demikian, membedakan benda bergerak dan tidak bergerak ini penting, artinya karena berhubungan dengan 4 hal yakni :
1.      Pemilikan (Bezit)
2.      Penyerahan (Levering)
3.      Daluwarsa (Verjaring)
4.      Pembebanan (Bezwaring)
5.      Benda yang bersifat tidak kebendaan (Immateriekegoderen)




Minggu, 29 April 2012

INFLASI DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA


TULISAN 3
PEREKONOMIAN INDONESIA

INFLASI DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA


logo_gunadarma.jpg

Disusun oleh:

KELOMPOK 9


Antonius Atmadinata                     20211988
Gatot Sugara                                   23211016
Ilma syahida arofi                           23211509
Ratu Anggun Pertiwi                      25211908

Kelas 1EB25



FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

INFLASI DAN PEREKONOMIAN DI INDONESIA

Kata Pengantar

Puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, yang telah  Melimpahkan rahmat dan karunia-nya sehingga dapat  menyelesaikan Tulisan Inflasi dan Perekonomian di Indonesia ini.

Tulisan ini Berisi tentang Masalah inflasi dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari, bahwa Tulisan ini mungkin masih jauh dari sempurna untuk itu, diharapkan kritik dan sarana dari para pembaca sehingga  dalam penyusunan makalah-makalah berikutnya dapat lebih baik

 

 

Bekasi, 20 April 2012  

 

Penulis

 



BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

            Inflasi yang makin meningkat di negara Indonesia ini bukan merupakan hal yang biasa lagi , namun sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia. Karena dari tahun ke tahun bangsa Indonesia selalu mengalami peningkatan. Hal ini menimbulkan keterpurukan ekonomi di Indonesia. Maka dari itu pemerintah harus segera menangani dengan serius masalah ini sebelum inflasi di negeri kita melebihi batas.

                       

1.2 Tujuan

Memenuhi Tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia dan agar para pembaca dapat mengetahui pengertian inflasi, macam-macamnya, penyebabnya serta dampaknya bagi Perekonomian di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

           

 

 

BAB II

Pembahasan

2.1 Pengertian Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus, berkaitan dengan mekanisme pasar  yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.

Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi.

 Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang sering kali dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

 

2.2 Macam-macam Inflasi

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu :

1.      Inflasi ringan, terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun;

2.      Inflasi sedang, Inflasi ringan inflasi sedang antara 10%—30% setahun;

3.      Inflasi berat, berat antara 30%—100% setahun;

4.      Inflasi hiperinflasi  atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

 

2.3 Penyebab Inflasi

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (demand pull inflation) dan desakan biaya produksi (cosh pull infantion).

1.      Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi ''full employment''.

2.      Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.

Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.

 

2.4 Dampak Inflasi

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi.

 Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi, karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima (pendapatan tetap) seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunannya tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti pengusaha, tidak akan dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.

Inflasi juga menyebabkan orang untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk mengembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

 

2.5 Peran Bank Sentral

Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Bank sentral di suatu negara pada umumnya berusaha mengendalikan tingkat inflasi pada tingkat yang wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral termasuk pemerintah.

Hal itu disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independent. Salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian yang akan berakibat mendorong tingkat inflasi makin tinggi.

Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola ''inflation targeting'' banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk Bank Indonesia.


Inflasi di Indonesia

 

Bulan dan tahun

Tingkat inflasi

Juli 2009

2.71 %

Juni 2009

3.65 %

Mei 2009

6.04 %

April 2009

7.31 %

Maret 2009

7.92 %

Februari 2009

8.60 %

Januari 2009

9.17 %

Desember 2008

11.06 %

November 2008

11.68 %

Oktober 2008

11.77 %

September 2008

12.14 %

Agustus 2008

11.85 %

Juli 2008

11.90 %

Data inflasi dari Inflasi CPI – Bank Sentral Republik Indonesia

Inflasi di Indonesia diumpamakan seperti penyakit endemis dan berakar di sejarah. Tingkat inflasi di Malaysia dan Thailand senantiasa lebih rendah. Tetapi, Inflasi di Indonesia tinggi sekali di zaman Presiden Soekarno, karena kebijakan fiskal dan moneter sama sekali tidak berhati-hati. Maksudnya, kalau ingin mencetak uang cetak saja tanpa memperhatikan dampaknya.

Di zaman Soeharto, pemerintah berusaha menekan inflasi - akan tetapi tidak bisa di bawah 10 persen setahun rata-rata, hal ini dikarenakan Bank Indonesia masih mempunyai misi ganda, antara lain sebagai agent of development, yang bisa mengucurkan kredit likuiditas tanpa batas.

Baru di zaman revormasi, di zaman Presiden Habibie maka fungsi Bank Indonesia berprioritas untuk mengutamakan penjagaan nilai mata uang rupiah. Tetapi, karena sejarah dan karena inflationary expectations masyarakat yang bertolak ke belakang, artinya bercermin kepada sejarah maka “inflasi inti” masih  saja lebih besar daripada 5 persen setahun.

2.6            Perekonomian Indonesia

 

Bulan dan Tahun

Pertumbuhan ekonomi

Maret 2006

15.74 %

Juni 2006

15.53 %

September 2006

14.55 %

Desember 2006

6.60 %

Data pertumbuhan ekonomi dari Inflasi CPI – Bank Sentral Republik Indonesia

Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan adalah ditahun 1997 dimana pada masa itulah awal terjadinya krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7%, sangat rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 7,8%.

 Kondisi keamanan yang belum condusif-pun akan sangat mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Mungkin hal itulah yang terus diperhatikan oleh pemerintah. Karena hal ini berhubungan dengan aktivitas kegiatan ekonomi yang berdampak pada penerimaan negara serta pertumbuhan ekonomi.

 Adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan menjanjikan harapan bagi perbaikan kondisi ekonomi dimasa mendatang. Bagi Indonesia, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka harapan meningkatnya pendapatan nasional (GNP), pendapatan persaingan kapital akan semakin meningkat, tingkat inflasi dapat ditekan, suku bunga akan berada pada tingkat wajar dan semakin bergairahnya modal bagi dalam negeri maupun luar negeri.

Semua itu bisa terwujud apabila kondisi keamanan dalam negeri benar-benar telah kondusif. Seperti, kebijakan pemerintah dalam pemberantasan terorisme, dan pemberantasan korupsi sangat turut membantu bagi pemulihan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi  merupakan salah satu indikator makro ekonomi yang menggambarkan kinerja perekonomian suatu negara. Maka dari itu, pertumbuhan ekonomi mempunyai prioritas utama bila ingin menunjukkan kepada pihak lain bahwa aktivitas ekonomi sedang berlangsung dengan baik pada negaranya.

2.7. Prospek Inflasi dan Suku Bunga Indonesia Tahun Depan

Perekonomian Indonesia dapat dibilang merupakan salah satu yang terbaik dalam menghadapi krisis ekonomi global yang bermula dari krisis subprime di AS saat ini. Ekonomi Indonesia bahkan menjadi tiga besar yang akan membukukan pertumbuhan ekonomi terbaik pada tahun 2009 dan 2010 mendatang, hanya kalah dari China dan India. Kondisi ekonomi yang solid ini memberikan pertanyaan bagi kebijakan Bank Indonesia ke depan, terutama berkaitan dengan suku bunga acuan BI rate.

Prediksi kebijakan suku bunga ke depan kita tidak dapat lepas dengan pengaruh inflasi. Suku bunga merupakan salah satu instrument yang dapat digunakan untuk mengatur laju inflasi. Pada saat inflasi mengalami percepatan, suku bunga akan dinaikkan untuk meredam hal tersebut. Kondisi ini tentunya juga berlaku sebaliknya. Jika inflasi dianggap aman dan terkendali, suku bunga dapat diturunkan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.

Saat ini suku bunga di Indonesia, yang tercermin dalam BI rate, berada pada tingkat yang paling rendah sepanjang sejarah, yaitu pada level 6.5%. Sejak bulan Januari 2009 BI telah memangkas BI rate sebesar 225 bps, pemangkasan ini dapat dikatakan cukup agresif. Keputusan BI untuk memangkas BI rate berkaitan erat dengan kondisi ekonomi global. Langkah BI merupakan hal yang wajar di mana di seluruh dunia juga dilakukan pemangkasan suku bunga. Kondisi ini merupakan hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

(Riwayat BI rate pada tahun 2009 ini dapat diamati pada grafik di bawah)

Di samping kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Keputusan BI untuk meningkatkan BI rate berkaitan dengan melambatnya inflasi yang dialami Indonesia. Tentunya BI tidak akan menerapkan kebijakan penurunan bunga yang agresif jika inflasi Indonesia mengalami laju yang cepat. (Riwayat inflasi bulanan di tahun 2009 dapat diamati pada grafik di bawah, sumber Bank Indonesia).

2.8 Prediksi Inflasi dan Suku Bunga BI Rate di Tahun 2010.

Pada tahun 2010 mendatang diperkirakan tingkat inflasi di Indonesia akan mulai mengalami peningkatan. Tingkat inflasi Indonesia selalu berada di atas negara-negara lain. Malaysia 5%, Filipina 6%, Thailand 1% sementara secara historis, inflasi Indonesia rata-rata mencapai 8-9%. Ke depan, inflasi Indonesia di akhir 2010 akan mencapai 6.3%, tekanan inflasi tersebut meningkat khususnya pada komponen adminestered price, yaitu dilihat dari faktor primer seperti naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga 20-25persen untuk industri dan sektor tertentu. Selain listrik, Gas Elpiji juga akan kembali mengalami kenaikan di 2010.

Tekanan lain berasal dari faktor eksternal, yaitu berupa potensi kenaikan harga komoditas global yang didorong oleh perbaikan permintaan global dan pelemahan nilai mata uang dolar AS.
Selain itu, secara historis apabila harga keekonomisan BBM mencapai 100 persen diatas harga BBM subsidi maka pemerintah akan melakukan penyesuaian BBM domestik. Naiknya harga BBM juga meningkatkan inflasi di 2010. Meningkatnya harga minyak secara berkelanjutan, menyebabkan rata-rata harga minyak berada di atas asumsi pemerintah 65 dolar AS per barel. Diperkirakan pada tahun 2010 mendatang rata-rata harga minyak dunia akan berada di 74 - 75 dolar AS per barelnya.

Hal itu akan mengakibatkan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) kembali mengalami kenaikan pada kuartal II-2010. Bahkan diproyeksikan, nantinya BI Rate akan mencapai 7.25%. Di kuartal II-2010 inilah diperkirakan harga komoditas dunia akan mulai mengalami kenaikan.

Untuk mengatasi hal itu solusi yang terbaik yaitu dengan menggenjot ekspor dan investasi bangsa Indonesia. Di samping itu, konsumsi masyarakat yang selama ini menjadi faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2009, juga akan tetap dijaga tahun depan.

Sekarang kan inflasi kita terbaik sepanjang krisis. Dengan kondisi konsumsi masyarakat terjaga dan sektor yang terus meningkat. Dan itu akan kita jaga tahun depan.

 



BAB 3

Penutup

3.1 Kesimpulan

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga secara umum. Inflasi dapat disebabkan oleh 2 hal, yaitu tarikan permintaan dan desakan produksi. Inflasi dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu

a.       ringan(<10%),

b.      sedang(10%-30%),

c.       berat(30%-100%) dan

d.      hyper(>100%).

            Inflasi memiliki dampak positif dan negative. Apabila inflasi itu ringan, maka inflasi akan berdampak positif. Misalnya, meningkatnya pendapatan nasional akan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan berinvestasi. Sedangkan apabila inflasi itu hyper akan berdampak negative. Yang akhirnya membuat perekonomian menjadi kacau dan membuat orang menjadi malas bekerja, menabung dan berinvestasi.

            Bank sentral merupakan bank utama yang berkepentingan untuk mengendalikan laju inflasi. Bank sentral memiliki kewenangan independent dalam mengatasi inflasi. Hal ini dikarenakan kebijakan yang dilakukan pemerintah malah akan mendorong laju inflasi makin tinggi.

            Inflasi di Indonesia sudah terjadi di awal pemerintahan, yaitu di masa pemerintahan Soekarno. Hal itu dikarenakan pemerintah kurang berhati-hati dalam melakukan kebijakan fiscal dan moneter. Dan itu lah awal yang buruk yg dampaknya di derita bangsa Indonesia dari tahun ke tahun. Pada masa Soeharto penekanan inflasi tidak seperti yang diharapkan yaitu berkisar di bawah 10% setahun. Baru dizaman revormasi di zaman pemerintahan Habibie penekanan inflasi sudah mencapai di atas 5%.

            Tanda-tanda perekonomian mengalami penurunan sejak tahun 1997, dan pada masa itulah awal terjadinya krisis. Namun di tahun 2009 perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan pesat hingga menjadi 3 besar dalam pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia.

            Dalam prediksi, inflasi pada tahun 2010 diperkirakan mengalami peningkatan. Hal ini perlu di tindak lanjuti, karena dari tahun ke tahun inflasi di Indonesia selalu berada di atas Negara-negara lain. Tekanan inflasi ini dikarenakan 2 faktor, yaitu factor primer dan eksternal. Pertama dari Factor primer yaitu naiknya tarif dasar listrik dan gas elpiji. Sedangkan factor eksternalnya adalah kenaikan harga komoditas global dan pelemahan nilai mata uang dolar.

            Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah pun turun tangan untuk memberikan solusinya. Yaitu dengan menggenjot ekspor dn investasi bangsa Indonesia. Disamping itu pemerintah juga akan menjaga pertumbuhan konsumsi masyarakat agar terjaga dengan baik.

 

3.2 Saran

            Jalankan solusi yang telah direncanakan agar Indonesia dapat keluar dari bahaya inflasi di tahun 2012 ini.

 

 

 

 

3.3 Daftar pustaka

Masram dandosti,”krisis ekonomi global”http://okezone.com

“mengatasi inflasi”http//okezone.com

Sri mulyani”inflasi bakal meningkat dari tahun ini”,kompas.com

Indef fadhi hasan”optimalisasi  dalam mengatasi inflasi”Koran Sindo

Hatta rajasa”wajar inflasi naik tahun depan”,kompas.com

Vibinews”prospek inflasi dan suku bunga tahun depan”

Pengantar ekonomi”arti inflasi dan macam-macam inflasi”