Sabtu, 28 April 2012

PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA DAN PENGELUARAN NEGARA

TUGAS 2 PEREKONOMIAN INDONESIA
Oleh :
Antonius Atmadinata                20211988
Gatot Sugara                            23211016
Ilma Syahida Arofi                    23211509
Ratu Anggun Pertiwi                 25211908


KELOMPOK 9
  KELAS 1E25




1. PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA DAN PENGELUARAN NEGARA
A.PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Secara garis besar sumber penerimaan negara berasal dari :
1.    Penerimaan dalam negeri
Pertama, penerimaan dalam negeri, untuk tahun-tahun awal setelah masa pemerintahan Orde Baru masih cukup menggantungkan pada penerimaan dari ekspor minyak bumi dan gas alam.
Namun dengan mulai tidak menentukannya harga minyak dunia maka mulai disadari bahwa ketergantungan penerimaan dari sekto migas perlu dikurangi. Untuk keperluan itu, maka pemerintah menempuh beberapa kebijaksanaan diantaranya :
a)   Deregulasi Bidang Perbankan (1 Juni 1983), yakni dengan mengurangi peran bank sentral, serta lebih memberi hak kepada bank pemerintah maupun swasta untuk menentukkan suku bunga deposito dan pinjaman sendiri. Dampak dari deregulasi ini adalah meningkatkan tabugan masyarakat.
b)   Deregulasi Bidang Perpajakan (UU baru, 1 Januari 1984), untuk memperbaiki penerimaan negara.
c)   Kebijaksanaan – kebijaksanaan selanjutnya dapat menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan mantap.
2.    Penerimaan Pembangunan
Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah, namun karena laju pembangunan yang demikian cepat, maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dan ditunjang dengan dana yang berasal dari luar negeri (hutang bagi Indonesia) tersbut makin meningkat jumlahnya, namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan perioritas sektor – sektor yang lebih produktif. Dengan demikian bantuan luar negeri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pengembalian cicilan pokok dan bunganya)

B.PERKIRAAN PENGELUARAN NEGARA
Secara garis besar, ppengeluaran negara dikelompokan menjadi 2 yakni :
1.     Pengeluaran Rutin
a.  Pengeluaran rutin negara, adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu adalah dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya :
b.    Pengeluaran untuk belanja pegawai
c.    Pengeluaran untuk belanja barang
d.    Pengeluaran subsidi daerah otonom
e.    Pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang
f.     Pengeluaran lainnya

2.    Pengeluaran pembangunan
Secara garis besar, yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah :
a. Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen / lembaga negara, diantaranya untuk membiayai proyek – proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing – masing departemen / negara bersangkutan.
b.   Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I dan II)
c.    Pengeluaran pembangunan lainnya.


2..  DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
1)   Metode Pendapatan
          Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode. 
      Y = r + w + i + p
2)   Metode Pengeluaran
     Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
      Y = C + I + G + (X – M)
3)   Pendapatan perkapita 
      Adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian Pendapatan Nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara, semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal – hal tersebut adalah :
1)   Penerimaan Dalam Negeri Dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
a)   Produksi minyak rata-rata perhari
b)   Harga rata-rata ekspor minyak mentah
2)   Penerimaan Dalam Negeri Diluar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
a.    Pajak penghasilan
b.    Pajak pertambahan nilai
c.    Bea masuk
d.    Cukai
e.    Pajak ekspor
f.     Pajak bumi dan banguan
g.    Bea materai
h.    Pajak lainnya
i.     Penerimaan bukan pajak
j.     Penerimaan dari hasil penjualan BBM
3)   Penerimaan Pembangunan
Terdiri dari penerimaan bantuan program dan bantuan proyek

 
 SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar